Traveling ke Bandung (Maribaya, Floating Market, Tankuban Perahu)



Keren Banget Ya....hahaha muji diri sendiri

Sambil Menyelam Minum Madu, Traveling 4 in 1, 7 Days 6 Night

Assalamualaikum Wr.Wb.
Dan salam sejahtera buat anda semua.

Pagi ini kembali kukuatkan tekad untuk menulis dan mengelola blog ini. Isi blog ini seperti yang kali ketahui adalah all about me, when iam traveling, trading, and lecturing. So harap maklum jika blog ini menjadi ajang narsis bagi diri saya sendiri. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca, dan yang nulis.
Hehehe...

2018 ternyata menjadi tahun yang tidak bisa dilalui tanpa traveling. 2018 dimulai dengan liburan bersama keluarga ke Pulau Sirandah Pulau Sirandah Sumatera Barat. Tanpa disangka kita berangkat ke Bandung. Bandung menjadi Paris Van Java surga belanjanya Indonesia yang didukung dengan potensi wisata yang keren banget sehingga sayang jika kita tidak mengunjunginya.

Terbangnya sih naik Lion Air Fotonya di AirAsia

Flight Pekanbaru-Bandung
So Welcome to Bandung.... Sambil Menyelam Minum Madu, Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Perjalanan kali ini saya lakukan untuk mengikuti conference di El Royale Hotel Jalan2 Bersama para sahabat, Nikahan Tante, Nemenin istri belanja barang dagangannya, and off course jalan-jalan keliling bandung. Berangkat Tanggal 7 Maret dan pulang Tanggal 13 Maret... lumayan lama ya buat seorang yang bekerja di kantor. (Kasihan mahasiswa yang berurusan di kampus iam so Sorry).

Traveling hari kita zaman sekarang dimudahkan dengan aplikasi online. Ada Traveloka, Airy Room, Tiket.com, Pegipegi.com (colek mereka semua untuk kasih sponsor jalan-jalan).

Untuk menuju bandung saya menggunakan pesawat. Ada dua maskapai penerbangan yang melayani rute Pekanbaru-Bandung (direct flight). Kamu tinggal pilih mau naik Lion Air atau Citilink. Pilihan waktu yang paling pagi adalah 6.30am dari Pekanbaru dan landing di Bandung sekitar pukul 9.40. Selain itu bisa pukul 9.00 atau penerbangan yang pukul 9.30 naik citilink dan harganya sekitar 50% lebih mahal dari first flightnya Lion Air. Pulangnya aku juga pakai Lion Air 19.30pm (delay 30Menit). Delay dikit no worry lah ya... 

Penginapan Bukit Dago
Setelah beres milih tiket, sekarang pilih akomodasi penginapan. Saya memutuskan untuk menginap di daerah Bukit Dago menimbang bahwa Daerah ini adalah daerah dataran tinggi yang udaranya cukup segar. Selain itu, Bukit Dago juga daerah yang cukup strategis sebagai basecamp untuk kita eksplore kota bandung, Lembang atau Ciwidey.

Kami memilih untuk menginap di Bukit Dago dan hotel Wirton. Bagi yang memiliki low budget saya pikir bukit dago cukup memadai. Hotelnya bersih dan tidak kecewa dengan fasilitas yang dimiliki. (sesuai dengan harganya 150rb an). Tapi jangan pernah ambil kamar standar, karena kasurnya kecil dan ga nyaman untuk tidur berdua, kecuali anda mau dempet2an tidurnya. kekurangan hotel ini menurut saya sarapan di sana cukup menyedihkan, karena semua serba di jatah dan rasanya juga kurang enak.

Wirton Hotel. Berbeda dengan bukit dago, hotel Wirton menurut saya lebih rekomended. untuk kamar yang lebih nyaman, kondisi dan suasana hotel yang lebih baik, kalau dilihat dari luar juga hotel ini tidak malu-maluin untuk kita berfoto selfie di depannya. tempat tidurnya nyaman, kamar mandinya juga lebih baik. Untuk makan juga lebih baik, karena ada tiga pilihan makanan yang bisa kita makan semua tanpa harus dipilih dulu dan rasanya juga lebih baik. 

So itu adalah pilihan kami, kalau milih sih ada banyak hotel yang lebih baik di sekitaran sini, kalau kamu punya uang yang berlimpah, dan mau traktir saya nginap satu malam aja, saya akan rekomendasikan kamu untuk menginap di Sheraton Hotel. (Ngarep sih nginap di sana? iya kali aja ada yang mau ngajak liburan bareng ke Bandung).

Oke selesai semua akomodasi, sekarang saatnya ekplore Bandung. 

Day 1, 7 Maret 2018
Sampai di bandung kami mendarat pukul 9.40, trus langsung ambil mobil di dekat daerah bandara. keluar dari bandung kami menggunakan grab taxi yang di pesan dengan aplikasi grab, harganya standar kok, hampir sama kalau kamu semua naik grab online. So buat kamu yang mau saving uang, ya installah aplikasi grab di hp kamu.

Setelah dapat mobil, destinasi pertama, adalah Brunch, Breakfast Lunch dulu. Makanan pertama adalah makan sate Jando. Sate Jando menurut saya adalah sate kacang yang enak karena kuahnya juga berasa banget dan pas dilidah. Sate jando ada 3 pilihan yaitu sate daging sapi, sate ayam dan sate jando (payudara ayam, seperti lemak gitu deh). Sate dimakan dengan ketupat dan dilumuri kuah kacang. Bisa kita bilang ini sate madura lah ya.. tapi mungkin isinya aja yang beda. Sebelum di bakar, daging2nya dilumuri bumbu kuning, sehingga rasanya jadi lebih nikmat. kalau sampai di Bandung ga ada salahnya kamu coba untuk makan sate ini.

Untuk Lokasinya, silahkan Searching google aja ya...
sate jando cimandiri
Ini lokasinya

Makan di sate jando ini harus antri, bikin heran sih, karena tempatnya aja ga layak, bahkan kita makan di parit karena kursinya ga cukup. Rugi deh kalau ga dicoba, mereka aja nyobain.
Kelihatan kan tempatnya, nilai sendiri deh ok, yang ngantri yang makan, sampai duduk di parit.

Hari pertama memang tidak kemana-mana, setelah makan sate kami langsung menuju Dago, Hotel Wirton, dan langsung cek in serta istirahat sebentar shalat zhuhur dan dilanjutkan menuju In Parfume dan Bakso Cuanky. Sekilah info in Parfume ini adalah toko parfume isi ulang yang memiliki banyak aroma sesuai yang kamu inginkan. Segala wangi parfum bermerek di jual disini, yang penting kamu harus tau nama merek, maka kamu bisa dapetin parfum tersebut.
Antriannya kelihatan sedikit, tapi masing-masing orang yang beli itu bisa minimal 10 parfume, antrian sunyi aja bisa nungguin sampai 3 jam.. kalau rame males deh,



Udara bandung emang sejuk, kalau makan bakso kayaknya pasti enak deh. Isinya bisa di lihat sendiri deh, kuahnya bening, tapi segar banget.

Link Map bakso Cuanky serayu:
https://www.google.co.id/maps/place/Cuanki+dan+Batagor+SERAYU/@-6.9090534,107.6255431,19z/data=!4m5!3m4!1s0x2e68e7ced1042393:0x6ad3f94f858e91d9!8m2!3d-6.9091353!4d107.6257691

Day 2 Bandung, 8 Maret 2018

 
Hari kedua kita menuju acara inti dari perjalanan ini. Perjalanan ini tidak sepenuhnya jalan-jalan, tapi juga menjalankan tugas pengembangan diri (untuk diri sendiri) sebagai dosen dengan menulis di prosiding dan dipresentasikan di depan peserta call for paper.

Kelihatannya sih ini untuk kepentingan pribadi, akan tetapi sebenarnya ini juga menguntungkan bagi kampusku tercinta. Secara tidak langsung, dosen yang rajin menulis, prosiding, jurnal, dan lain-lainnya akan menaikkan ranking aplikasi Sinta milik universitas, mudah naik pangkat menjadi asisten ahli, lektor, lektor kepala hingga profesor. Kampus diuntungkan dengan memiliki SDM yang berkualitas dan dimudahkan dalam proses akreditasi dengan karya-karya yang dihasilkan oleh dosen tersebut.
Tim UNRI DAN UIR di Konferensi Menuju Indonesia Digital

Hari ini full acara seharian di sini, di El Royale Hotel yang acara nya diselenggarakan oleh Universitas Pasundan Bandung.

Malam harinya kita makan malam di Punclut. Menurutku mirip2 dengan makan di angkringan, tapi mungkin beda. Kita pilih aja apa yang mau dimakan, eit jangan kalap ya (ada ikan, telor puyuh, sotong, ikan asin, pepes dll) semuanya ditusuk dengan lidi seperti sate setelah itu makanan pilihan tersebut dibakar dan disajikan dengan nasi merah dan sambel yang super pedas. Makannya di puncak yang udaranya dingin sekaliii (jangan lupa pakai jaket) dengan view kerlap kerlip lampu malam di kota bandung.
Sory ya, file foto makannya ga kelihatan, tapi kamu semua pasti bisa lihat deh senyumanku setelah makan di Punclut.

Hari ke 3, Bandung 9 Maret 2018
Beres dah tanggungjawab kita kepada Kampus tercinta. Hadir Seminar, Ambil prosiding, dan seminar kit. Time to jalan2 lagi.

Hari ketiga kita mutusin untuk pergi daerah Lembang. Rencananya sih mau ke Teropong Bintang itu apa sih bosche ya.. tapi malah kelewatan.... Al hasil kita mutusin untuk ke Floating Market Dulu. Floating Market ini penuh dengan Spot Foto. Floating market itu adalah pusat jajanan khas bandung yang di penjualnya jualan di atas perahu-perahu yang merapat di pondok makannya.

Ada yang unik disini yaitu, proses jual belinya tidak menggunakan rupiah, tapi menggunakan mata uang floating market. Mulai dari 5000-20.000 yang bisa kamu tukar dengan uang rupiah di konter-konter floating market. Jajanan yang disediakan seperti cimol, bakso, mie ramen, jagung rebus, pisang rebus, batagor, siomay dan lain sebagainya.
Mata uang yang berlaku di Floating Market
Suasana makan Di Floating Market, di Danau ikannya gede-gede 
(jangan lupa beli makanan ikan Rp.5000 aja biar ikannya pada ngumpul)

Hari ke 4, Bandung, 10 Maret 2018
Hari ini kedatangan istri ke Bandung, karena jalan-jalan ini sambil menyelam nelan madu, ya jalan-jalan sambil kerja dan sambil acara keluarga. Kebetulan istri sudah dijemput dan langsung diantar ke Panoramic Apartement. Istri, Adek, dan Umi ku datang ke Bandung untuk menghadiri acara nikahan anak bunda Eka (Humasnya Unikom saat ini 2018). Istri ikutan ke Bandung karena niat mau cari barang dagangan untuk dijual pas lebaran. Lumayan banget lah hasilnya bisa buat nambahin biaya kuliah s3 saya. Bolak balek 4x sebulan pakai pesawat PKU-KNO sangat terbantu dengan hasil jualan istri ku tercinta, jadi sekalian jalan-jalan.

Sambil menunggu si Dia datang, saya jalan-jalan lagi ke SABUGA, sabuga ini fasilitas olahraganya ITB, jadi dalam komplek ini ada kolam renang, lapangan bola, lapangan basket, futsal, trek lari/jogging yang isinya rame banget. Yang spesial dan menyejukkan hati adalah di forest walknya sabuga yang panjangnya sekitar 1 km (sesak nafas juga) yang dibuat melingkar mengelilingi hutan di lapangan Sabuga, jadi kita berjalan diantara pohon-pohan di ketinggian sekitar 5-10 meter di atas tanah.

Forest Walk Sabuga.
Sumber foto Kiri: 
Sumber foto Kanan: 

Singkat cerita, malam ini kita akan datang ke nikahan Bunda Eka. Oh iya bunda Eka ini anaknya Atuk jenggot, dulu pas libur, kita sering main ke Duri, ke perumahan Chevron. Kita seneng banget main ke komplek chevron, perusahaan minyak terbesar di Riau (Indonesia). Perusahaan minyak dulu namanya adalah PT Caltex Pacific Indonesia. Rumahnya full ac, tau sendiri lah itu tahun 1997an jaman krisis moneter mereka tetap pakai ac... (skip lah).

Karena pestanya malam, maka kami manfaatkan jam 11 sampai sore untuk jalan-jalan ke gang Kopo dan pasar baru (sayang pasar barunya cancel, maklum panggilan orang tua. you know lah kan). 
   
Ini suasana acara nikahan, walaupun sempat hujan, tapi cuaca kembali cerah dan acara berlansung sukses. Duduk bareng Prof Dady di tamu VIP (fotonya ga ada = Hoax)
Eksis dikit deh...|  View Panoramic Apartment dari lt.8 (Kalau lebih tinggi lagi pasti lebih keren.

Beres semua acara wajib... tinggal jalan-jalan dan cari-cari barang dagangan. 

Hari ke- 5, Bandung 11 Maret 2018.
Hari ini waktunya Belanja, kita cek out dari Panoramic Apartement, titip barang di lobi dan lanjut ke pasar baru. Pasar baru adalah pusat belanja Bandung. Kalau di Pekanbaru ya ramayananya lah. Pusat grosir Kota Bandung menurut ku sih. Apa yang dihunting??? Kali ini yang dicari adalah pakaian gamis-gamis wanita, mukena untuk shalat, Tas, baju-baju.

Jam 1 Capek, kami istirahat makan di KFC aja. Habis makan lanjut lagi cari barang, dan akhirnya di tutup dengan mengirim barang melalui ESL Ekspress. Jadi ga perlu kita gotong-gotong lagi. Langsung kirim aja.  Hari sudah jam 5 sore, trus kita cari hotel ke Dago, dan akhirnya cek in di hotel bukit Dago. Malam bobok deh sampai pagi jam 8. 

Hari ke-6, Bandung 12 Maret 2018. (Maribaya, Floating Market, Masjid Darul Tauhid)
Hari ini kita jalan-jalan ke Lembang, aku, istri, adek, dan umi, jalan keliling Lembang. Dapat referensi dari bang Abai, kita sewa mobil untuk satu hari saja, seharga Rp.600.000 (sewa mobil, bayar supir, dan bensin) hitungannya lumayan mahal, tapi dah pasaran sih segitu dan kita juga berangkat ber-4 yang mendingan sewa mobil.

Janjian jam 8 pagi di Dago dan finish jam 8 malam di jatinangor. Setelah cek out dan sarapan, langsung berangkat ke destinasi lembang aja.

Maribaya
Kalau bicara dari ujung ke Ujung, Maribaya ini paling ujung destinasinya. Kalau ke lembang sebaiknya kita ke Maribaya dulu. Why, karena Maribaya itu adalah objek spot foto dan kalau datangnya siang alamat penuh dan ga asik ngantrinya. Sebaiknya kita datang di pagi Hari. Eit, bukanya jam 9 Pagi ya. Jadi jangan mandai-mandai untuk datang jam 8 pagi. 

Maribaya adalah objek wisata dengan spot foto, biaya masuknya Rp. 30 ribu dan kita dikasih kupon makan dan minum senilai 10ribu dan dikasih segelas susu. Ada beberapa spot foto, pertama, sepeda gantung yang di jalankan di atas tali rafiner yang bisa mampu mengangkut beban seberat 1 ton dan  aman pastinya, Kalau takut ketinggian ya jangan deh.

Kedua, foto di balon udara. Jangan lu pikir balonnya terbang ya balonnya cuma diam dan kita di foto dari angle yang baik.

Ketiga, foto di ayunan, lumayan sih. Jangan liat ke bawah ya. Kalau takut, ada ayunan kecilnya yang insya allah lebih rendah.

Keempat, foto di Gantole,, lagi-lagi ga terbang ya... cuma di ayunin dikit doang.

Kelima, foto di atas rumah pohon yang tinggi.

Tiap-tiap spot foto bayar lagi ya cooy, harganya mulai dari rp.15.000 s/d 25.000 per spot. jadi ya kalikan aja deh berapa spot yang mau lu naikin. Kalau aku cuma dua spot aja... Rugi kalau ga nyobain spot ayunan dan balon udara. Nanti pas tiap spot fotonya, kita akan di fotoin oleh fotografer yang mungkin profesional dan tiap fotonya kamu mesti bayar lagi Rp.10.000 per foto untuk dapetin fotonya.
 
Jangan lu pikir kita terbang, kita cuma pose. Bawahnya lumayan tinggi sih, tapi gpp berani aja.

Tangkuban Perahu
Aku pribadi belum pernah, istri juga belum ya aku putuskan ke Tankuban Perahu. Beruntung saja 
pas datang kabutnya sedang naik, dan kita sempat foto-foto. Pas datang kita diingetin sama abang-abang yang jualan, mari pak ibu, kita bantuin foto, gratis ga bayar. Mumpung kabutnyanya belum turun. Dengan jasa si abang tukang foto, maka foto-foto lah kita dengan berbagai pose dan trik foto android. (abang-abangnya tau banyak buat foto kembar, panorama, dll. untuk sekelas pedagang cinderamata keliling, saya pikir mereka teredukasi dengan baik). 
(Selesai foto-foto, beneran deh... kabutnya turun dan jarak pandang hanya 3 meter) How Lucky Iam.

  
Abang-abang dan bapak-bapak yang motoin ini aslinya jualan cindera mata. tapi mereka ga pernah nawarin dagangannya.  Mereka nawarin jasa foto dulu, terakhir baru deh mereka menyerbu kita dengan dagangannya. Kita juga segan kan udah di fotoin, masa sih ga mau beli, 1 aja gitu buat syarat. hehe... 

Floating Market Again dan Masjid Darul Tauhid
Floting market sudah aku ceritain di atas so ini momen kami di floating market.
 
Masih banyak bangeet spot fotonya di tempat ini, dan lagi2 kita ga motoin apa yang kita makan...


Rata-Rata tiap masuk objek wisata di bandung, biayanya adalah Rp. 20.000- 25.000, dengan biaya ini kita dikasih minum, kopi, susu atau sirup.

Itulah beberapa destinasi yang kami kunjungi di Lembang, masih minus Farm House, up side down dan lainnya. dah capek juga dan dah banyak juga nguras isi dompet selama seharian di sana, jadi kita putuskan balik ke bandung dan menuju jatinangor. Saya dan istri singgah lagi ke In Parfume untuk beli pesanan untuk dijual.

Hari ke-7, Bandung 13 Maret 2018 (Jalan-Jalan Cari Oleh-Oleh dan Titipan, Go Back PKU)
Malam terakhir kami nginap di rumah Bunda Eka di daerah Cicaheum, jauh banget sih dari pusat kota bandung, tapi mau gimana lagi, Umi ngebet banget pengen cerita bareng sama bunda Eka karena dah lama ga jumpa katanya. 

Hari ini adalah hari terakhir dan kami harus kembali pulang ke Pekanbaru. Flight kami jam 19.30pm. Sebelum pulang, paginya aku, istri, dan adek jalan2 lagi untuk nyari oleh-oleh. ini dia oleh-olehnya: 
Ga bisa beli banyak, jadi yang dapat juga ga banyak.... ini yang lagi hits, biasanya kan paling pisang sale, tempe, cokelat, brownis dll. Tapi sekarang ya itu yang sedang tren. 
(Yang mau endorse, email ke nicetradewithme@gmail.com)

So that was my trip in this Time, opening trip on 2018. Mohon maaf jika ada yang tidak pantas disampaikan. See U next post.

Wassalam.

#maribaya #floatingmarket #Masjiddaruttauhid #tankubanperahu #kunafe #inparfume #makuta #bandung #lembang

Kalau bosan jalan-jalan di Pulau Jawa, sesekali jalan ke Sumatera Riau, Padang dll

Follow @imamriauan

Written By
Imam Riauan
(Lecturer/Traveller/Researcher/konsultankomunikasipolitik)



Comments